Aliran elektron spontan, reaksi redoks kutub elektroda, fungsi jembatan garam, dan pembacaan voltmeter virtual real-time.
Potensial Sel Standar:Esel∘=Ekatode∘−Eanode∘
Syarat Reaksi Spontan:ΔG∘=−nFEsel∘<0⟺Esel∘>0
Notasi Sel:Anode∣Ion Anode∥Ion Katode∣Katode
Konfigurasi Sel Elektroda
Oksidasi di Anode (-):
Zn(s) → Zn²⁺(aq) + 2e⁻
E° = -0.76 V
Reduksi di Katode (+):
Cu²⁺(aq) + 2e⁻ → Cu(s)
E° = 0.34 V
Waktu Reaksi Aktif:0 detik
Perubahan Massa Fisik:0% skala
DIGITAL VOLTMETER
1.10 V
● AKTIF
Gelas Kimia Kiri: Oksidasi AnodeGelas Kimia Kanan: Reduksi Katode
Notasi Sel VoltaZn | Zn²⁺ || Cu²⁺ | Cu
Anode (Kiri) || Katode (Kanan)
Arah Aliran Elektron
Anode (-)Katode (+)
Mengalir melalui kawat sirkuit luar
Sifat Reaksi RedoksSpontan (E° sel > 0)
Menghasilkan energi listrik searah (DC)
Peran Krusial Jembatan Garam & Sirkuit Tertutup:Jika saklar dibuka atau jembatan garam diangkat, reaksi redoks seketika terhenti dan pembacaan voltmeter jatuh ke 0.00 V. Di anoda, logam melarut menjadi kation (misal Zn2+) sehingga plat terkikis menipis. Di katoda, kation larutan menerima elektron menjadi endapan logam padat sehingga plat menebal. Jembatan garam (KNO3) secara konstan mengalirkan kation K+ ke katoda dan anion NO3− ke anoda untuk menetralkan kelebihan muatan, menjaga siklus arus listrik mengalir tanpa hambatan.