Kembali ke BerandaOptika Gelombang • SMA

Interferensi Celah Ganda Thomas Young

Pembuktian sifat gelombang cahaya melalui superposisi koheren dua berkas laser celah ganda (Eksperimen Young 1801).

Jarak Antar Pita Terang:Δy=λLd\Delta y = \frac{\lambda \cdot L}{d}
Kondisi Interferensi Konstruktif:dsinθ=mλd \sin\theta = m \cdot \lambda
Kondisi Destruktif:dsinθ=(m12)λd \sin\theta = (m - \frac{1}{2})\lambda

Pengaturan Laser

Panjang Gelombang (λ\lambda)532 nm
Jarak Celah (dd)0.25 mm
0.08 mm (Pita Luas)0.60 mm (Pita Rapat)
Jarak Layar (LL)2.0 m
0.8 m4.0 m
Efek Perubahan Variabel:

Jika λ\lambda naik atau LL naik → pita makin renggang.
Jika dd naik → pita makin rapat.

TERANG PUSAT (m = 0)
Jarak Pita (Δy\Delta y)
4.256 mm
Jarak pemisah antara dua pita terang berturutan
Sudut Orde 1 (θ1\theta_1)
0.1219°
\(\sin\theta_1 = \lambda / d = 2.13 \times 10^-3\)
Frekuensi Gelombang (ff)
563.9 THz
c = 3.00 × 10⁸ m/s

Signifikansi Historis: Pembuktian Sifat Gelombang Cahaya

Sebelum tahun 1801, teori partikel korpuskular Sir Isaac Newton meyakini cahaya sebagai partikel lurus. Jika cahaya berupa partikel murni, melewati dua celah sempit hanya akan menghasilkan dua garis terang di layar.

Thomas Young mendemonstrasikan munculnya puluhan garis pita terang dan gelap berulang yang teratur. Hal ini hanya mungkin terjadi jika gelombang dari celah pertama dan celah kedua saling menguatkan (interferensi konstruktif saat beda fase Δϕ=2mπ\Delta \phi = 2m\pi) dan saling meniadakan (interferensi destruktif saat beda fase Δϕ=(2m+1)π\Delta \phi = (2m+1)\pi).