Simulasi Hukum Faraday (Elektrolisis & Pelapisan Logam)
Kuantifikasi stoikiometri mol elektron, penimbangan analitik massa endapan katode, dan kinetika reaksi sel elektrolisis.
Hukum Faraday I:w=e⋅F=nAr⋅96500I⋅t
Muatan Listrik:Q=I⋅t⟹F=96500Q mol e−
Massa Ekuivalen:e=nAr
Catu Daya DC (Power Supply)
0.5 A (Lambat)5.0 A (Cepat)
Waktu Elektrolisis (t):0 detik
AMPEREMETER DC
0.00 A
STATUS CATU DAYA
○ STANDBY
Anode Karbon: Oksidasi Air menghasilkan Gas O₂ ↑Katode Logam: Reduksi Kation menjadi Endapan Tembaga (Cu²⁺)
Timbangan Analitik±0.0001 g
0.0000 gram
w = (e · I · t) / 96.500
Muatan Listrik & Mol Elektron
0 Coulomb (Q)
= 0.00000 Faraday (mol e⁻)
Q = I · t | 1 F = 96.500 C
Massa Ekuivalen (e)
31.75
Mol endapan = 0.000000 mol
e = Ar / valensi (63.5 / 2)
Alur Konversi Stoikiometri Hukum Faraday I:
Kuat Arus & Waktu2 A × 0 s
Muatan Listrik (Q)0 C
Mol Elektron (F)0.00000 F
Massa Terendapkan (w)0.0000 g
Analisis Komparatif Hukum Faraday:Perhatikan logam Perak (Ag+)! Meskipun Ar tembaga (63.5) dan perak (108) berbeda, ion perak bervalensi +1, sehingga massa ekuivalennya mencapai e=108.0. Pada kuat arus (I) dan durasi waktu (t) yang sama persis, massa endapan perak yang terbentuk di katode berbobot lebih dari 3 kali lipat dibandingkan tembaga (e=31.75). Fenomena ini menjadi fondasi utama dalam industri penyepuhan emas dan perak (*electroplating*).