Pembuktian sifat partikel cahaya (foton) dan hukum kekekalan energi kuanta oleh Albert Einstein (Hadiah Nobel Fisika 1921).
Intensitas menentukan laju kuanta foton, bukan energi per partikel.
Energi foton (3.44 eV) melampaui ambang Sodium (2.36 eV).
Fisika klasik memprediksi bahwa gelombang cahaya dengan intensitas tinggi apapun pasti bisa memancarkan elektron jika dipanaskan cukup lama. Namun eksperimen membuktikan: seberkas cahaya merah redup maupun sangat terang sama sekali tidak dapat melepas elektron jika frekuensinya di bawah ambang ().
Einstein menjelaskan bahwa cahaya diserap dalam bentuk paket partikel diskrit bernama foton, di mana satu elektron menyerap satu foton utuh: .