Kembali ke BerandaFisika Modern • Kuanta Foton

Simulasi Efek Fotolistrik Einstein

Pembuktian sifat partikel cahaya (foton) dan hukum kekekalan energi kuanta oleh Albert Einstein (Hadiah Nobel Fisika 1921).

Energi Foton (EE):E=hf=hcλE = h \cdot f = \frac{hc}{\lambda}
Persamaan Einstein:Ek=EW0=hfW0E_k = E - W_0 = hf - W_0
Arus Foto (II):IIntensitas FotonI \propto \text{Intensitas Foton}
Setup Laboratorium
Panjang Gelombang (λ\lambda)360 nm
UV UnguTampakInframerah
Intensitas Penyinaran60%

Intensitas menentukan laju kuanta foton, bukan energi per partikel.

Fotoelektron Terpental!

Energi foton (3.44 eV) melampaui ambang Sodium (2.36 eV).

⚡ Kuanta Foton (hfhf)
⊖ Fotoelektron (ee^-)
Energi Foton (EE)
3.44 eV
f = 8.33 × 10¹⁴ Hz
Fungsi Kerja (W0W_0)
2.36 eV
Ambang batas pelepasan elektron Sodium
Kinetik Maks (Ek,maxE_{k,\max})
1.08 eV
v ≈ 617.6 km/detik

Paradoks Gelombang vs Postulat Foton Einstein (1905)

Fisika klasik memprediksi bahwa gelombang cahaya dengan intensitas tinggi apapun pasti bisa memancarkan elektron jika dipanaskan cukup lama. Namun eksperimen membuktikan: seberkas cahaya merah redup maupun sangat terang sama sekali tidak dapat melepas elektron jika frekuensinya di bawah ambang (f<f0f < f_0).

Einstein menjelaskan bahwa cahaya diserap dalam bentuk paket partikel diskrit bernama foton, di mana satu elektron menyerap satu foton utuh: E=hfE = hf.