Kembali ke BerandaSains & Lingkungan Hidup • SD / MI

Simulasi Siklus Air & Daur Hidrologi Bumi

Memvisualisasikan perjalanan molekul air melalui penguapan laut, kondensasi awan, curah hujan ke daratan, hingga aliran air tanah secara dinamis.

Laju Evaporasi:E=k⋅Isun⋅(1+0.1vwind)E = k \cdot I_{\text{sun}} \cdot (1 + 0.1 v_{\text{wind}})
Hukum Kesetimbangan Air:P=E+R+ΔSP = E + R + \Delta S
Kelembaban Relatif:RH=ees(T)×100%\text{RH} = \frac{e}{e_s(T)} \times 100\%

Faktor Lingkungan

Radiasi Matahari75%
Kecepatan Angin40 km/h
Suhu Udara Laut30°C
Status Cuaca Terkini:
☀️ Cerah Berawan, Evaporasi Tinggi
Laju Penguapan (EE)
4.19 mm/hari
Air laut berubah wujud menjadi uap gas
Kelembaban Udara (RH\text{RH})
65%
Kerapatan titik-titik embun di atmosfer
Curah Hujan (PP)
0 mm/jam
Awan belum mencapai titik jenuh

Hukum Kekekalan Massa dalam Siklus Hidrologi Bumi

Jumlah total air di planet Bumi bersifat tetap dan tidak pernah hilang atau bertambah; molekul air terus-menerus didaur ulang melalui 4 tahapan berkesinambungan:

  • Evaporasi & Transpirasi: Radiasi matahari memanaskan laut, danau, serta daun tumbuhan sehingga cairan menguap ke udara.
  • Kondensasi: Saat uap air naik ke lapisan troposfer yang dingin, ia mengembun membentuk awan kumulus.
  • Presipitasi: Ketika awan terlalu jenuh dan berat, butiran air jatuh kembali sebagai hujan atau salju.
  • Infiltrasi & Limpasan: Air diserap akar tanah, membentuk cadangan air tanah, atau mengalir melalui sungai kembali ke laut lepas.